Syahrul Marbun: Politik di UAD begitu Dramatis dan Kontekstual Sosialis
15 Desember 2016 | Ahsan M. Ay
![]() |
|
Kepala
Bidang Hikmah IMM sekaligus pengamat politik UAD
|
UAD, IMMPOS- Kepala
Bidang Hikmah IMM sekaligus sebagai pengamat dunia politik UAD Syahrul Marbun
(20) menyatakan, politik di UAD begitu dramatis dan kontekstual sosialis.
“Sebagian oknum menggunakan politik bukan
untuk mencari teman belajar melainkan untuk mencari kekuasaan. Mahasiswa yang
masih belajar tentang politik di UAD terperangkap dan menyalahgunakannya,”
ujar Syahrul, Rabu (14/12).
Para
Aktivis dari partai-partai mahasiswa eksis dalam perekrutan kader nya untuk
menduduki kursi pemerintahan di UAD. Persaingan ini semakin terasa ketika
menjelang Pemilwa.
“Para Aktivis dan seluruh elemen UAD akan
terus bergerak demi mensukseskan puncak pesta politik yang dimulai pada akhir
bulan November hingga bulan Desember” ujar Syahrul, Rabu (14/12).
“Diantaranya dengan cara membuat perkumpulan
yang dihadiri oleh aktivis pergerakan mahasiswa dengan para pemain politik yang
bergelut di pemilwa. Kemudia mereka bekerja sama” lanjut Kepala Bidang
Hikmah IMM sekaligus pengamat politik UAD ini.
Menurutnya,
pesta demokrasi di UAD didominasi oleh mahasiswa kampus 2. Karena terdapat
salah satu fakultas yang mayoritas mahasiswa berasal dari organisasi eksternal
kampus.
“Organisasi-organisasi eksternal kampus
adalah ilegal. Mereka bermanifestasi melalui partai-partai mahasiswa untuk
menikmati fasilitas kampus, karena memang partai-partai di UAD mendapat lisensi
dari kampus” kata Syahrul, Rabu (14/12).
Seperti
yang dilansir dalam diskusi rutin tentang politik UAD, Rabu (14/12). Syahrul Menyatakan,
tujuan dari politik di UAD adalah menegakkan kebenaran dan keadilan.
“Tujuan dari politik di UAD yang diperankan
oleh mahasiswa adalah menegakkan kebenaran. Tetapi cara mereka yang salah”
ujar Syahrul.
“Mereka tidak membaca situasi dan hanya
menuntut. Contohnya saja saat mereka menuntut lahan parkir, sudah dibuatkan
tempat parkir tapi dengan percaya diri parkir di luar area parkir UAD.
Sedangkan parkir UAD dibiarkan kosong” lanjutnya.
Pesta
Demokrasi di UAD terus terlaksana hingga akhir Desember. Dan para pengamat
politik UAD semakin gencar dalam melihat situasi politik yang menarik untuk di
jadikan sarana analisis mahasiswa tentang pentingnya politik dalam menempati
kursi pemerintahan di UAD.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar